Powered by Blogger.

Copyright 2008 Pengrajin Miniatur

BAGI sebagian pemilik korek gas yang sudah tidak terpakai pasti akan membuangnya di tempat sampah. Namun, tidak bagi Sulistyo, warga Jalan Gajahmada Kampung Sonet 346 Semarang.

Lewat kreatifitasnya, kreasi unik dari korek gas bekas ternyata bisa menjadi barang seni yang bernilai tinggi. Dari sebuah korek gas bekas Sulistyo dapat membuat miniatur motor yang unik dan menarik.

"Daripada dibuang percuma, korek gas bisa menjadi kerajinan yang dapat menghasilkan peluang usaha," katanya.

Tak tanggung-tanggung, miniatur motor yang dia produksi bukanlah motor biasa. Melainkan motor yang memiliki tingkat kerumitan tinggi yakni Harley Davidson.

Butuh keahlian serta kejelian membuat motor berbodi kekar itu. Pasalnya, spesifikasi dari kerangka mesin, tangki, jok hingga stang tidak seperti motor bebek biasa. Sekitar 30 model miniatur motor Harley Davidson telah dihasilkan pria berusia 32 tahun itu.

Semakin sulit karya yang dikerjakan justru membuatnya semakin tertantang. "Bagian tersulit itu adalah membuat mesin, karena harus detil. Untuk itu, diperlukan kejelian dan kesabaran dalam membuatnya," tukas Sulistyo.

Motor asal Amerika itu dipilih Sulistyo karena ia tertarik dengan bodi Harley yang kekar dan gagah. Ide membuat miniatur motor Harley dia temukan dari internet. Geretan korek api adalah bahan utama untuk mesin Harley buatannya. Dia memanfaatkan barang bekas pakai lainnya, seperti pipa pralon, busa hati, dan juga kawat bekas. Sementara tanki, jok dan ban dibuat dari busa hati. Untuk kerangka dihasilkan dari kawat bekas yang tak terpakai.

Proses pengerjaannya pun terbilang rumit. Pertama-tama Sulistyo harus membuat kerangka mesinnya terlebih dulu. Kemudian, badan serta bodi yang lain. Barulah semua bodi dirangkai. Agar tampil menarik, miniatur dicat menggunakan lem besi. Alat yang digunakan untuk memproduksi miniatur motor itu terbilang sederhana. Hanya mengandalkan sebuah tang kecil dan lem untuk merekatkan semua komponen.

Sejauh ini, dia masih dalam tahap produksi. Sulistyo berencana, ke depan dia akan memasarkan produknya melalui internet. Soal harga, dia mematok harga mulai Rp 100 ribu untuk satu unitnya.

sumber : suaramerdeka.com
Malioboro tentu sudah tidak asing lagi bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke Jogja. Malioboro merupakan nama salah satu jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari StasiunTugu Yogyakarta sampai ke perempatan Kantor Pos Besar (dulu perempatan air mancur). Tempat ini (khususnya kawasan kaki lima) wajib dikunjungi jika anda berkunjung ke kota Jogjakarta.

Para pedagang kaki lima Malioboro menawarkan berbagai produk kerajinan souvenir Jogja yang unik, menarik sebagai oleh-oleh khas asal Jogja. Aneka produk yang ditawarkan antara lain:
  1. Miniatur becak, kerajinan replika dari kendaraan angkutan becak dengan ukuran yang mini (kurang lebih 25 cm). Terbuat dari logam, di cat seperti layaknya becak sungguhan (salah satu produk khas souvenir Jogja)
  2. Miniatur sepeda ontel, replika sepeda kumbang (masyarakat Jogja lazim menyebutnya dengan “pit Jawa”) yang juga terbuat dari besi yang dicor per bagian lalu dirakit satu persatu seperti halnya merakit sepeda sungguhan.
  3. Souvenir pernikahan, banyak sekali model yang ditawarkan, mulai dari gantungan kunci wayang, Hobo Kraton, tempat lilin, tempat pensil, tempat tisu, asbak, hiasan dinding, hiasan meja, aksesoris homedecor, dan sebagainya. Harga yang ditawarkan cukup mura.
  4. Kerajinan wayang kulit. Kulit yang dipakai dalam pembuatan produk ini adalah kulit kambing, sapi, ataupun kulit kerbau. Pewarnaan wayang dengan dicat menggunakan cat khusus (di Jogja disebut “nyungging). Ukuran wayang kulit pun bervariasi, dari ukuran satandar, medium, sampai dengan yang mini (miniatur wayang).
  5. Kerajinan topeng, menggunakan material kayu yang diukir lalu dicat atau pun di batik. Topeng batik merupakan model baru karena proses membatik sama dengan teknik membatik pada media kain, demikian pula dengan bahan pewarna yang digunakan.
  6. Lampu hias, pilihannya cukup banyak, dari harga yang murah sampai yang agak mahal. Bahan yang dipakai juga bermacam-macam, kayu, logam, kain, kertas, bambu, dll.
Selain kawasan pertokoan dan kaki lima, di sekitar Malioboro juga terdapat obyek bersejarah antara lain Stasiun kereta api Tugu Yogyakarta, Istana Negara Yogyakarta (Gedung Agung), Pasar Beringharjo, Benteng peninggalan Belanda (Vredeburg), Monumen Serangan Oemoem 1 Maret, dan gedung Kantor Pos Besar.
Bonggamalona, warga Desa Rantekatoan, Kecamatan Mamasa, Sulawesi Barat, sehari-hari menekuni kerajinan pembuatan miniatur rumah adat banua sura atau rumah ukir khas Mamasa.

Berawal dari keprihatinan makin tergerusnya perhatian masyarakat terhadap rumah adat Mamasa, pria paruh baya ini sejak 10 tahun terakhir menggeluti profesi sebagai pembuat miniatur banua sura dari limbah kayu bekas yang sudah dibuang.

Dengan tekun ia menyusun rangkaian kayu hingga berbentuk miniatur rumah adat khas Mamasa. Selain memanfaatkan limbah kayu bekas, Bonggamalona juga menggunakan bahan-bahan alami agar rumah adat miniatur buatannya benar-benar menyerupai aslinya.

Seperti pada proses pengecatan, ia menggunakan tanah liat berwarna yang mudah ditemukan di wilayah Mamasa. Karena hanya dilakoninya sendiri, satu buah miniatur dirampungkan Bonggamalona lebih kurang satu bulan. Untuk satu buah rumah adat, Bonggamalona mematok harga Rp 5 juta hingga Rp 10 juta tergantung ukurannya.

Dengan hanya mengandalkan peralatan konvensional, hasil buah tangannya sudah menembus pasar lokal dan juga internasional. Tak sedikit wisatawan mancanegara tertarik dengan miniatur rumah adat Mamasa. Miniatur rumah adat karya Bonggamalona juga sudah "terbang" ke Amerika Serikat serta negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, dan Perancis. Untuk pasar nasional, hasil kerajinannya banyak dijual di Bali dan Jakarta.

"Saya bangga karena karya saya tidak hanya diminati masyarakat lokal Indonesia, tetapi juga para turis. Warga Amerika pernah memesan miniatur rumah adat untuk dibawa pulang," ujar Bonggamalona.

Meski hasil kerajinan Bonggamalona sedikit lebih mahal dari perajin miniatur rumah adat lainnya di Kabupaten Mamasa, sejumlah konsumen tetap memilih memesan di tempatnya. Hal itu karena miniatur rumah adat buatan Bonggamalona dinilai lebih orisinil dan filosofi bentuk rumahnya tetap terjaga seperti aslinya.

"Saya suka karena mirip bentuk aslinya. Filosofi bentuk dan ornamen rumahnya juga masih tetap terjaga seperti aslinya," ujar Federick Depparaba, seorang konsumen yang sedang mengecek pesanannya.

Namun, meski pesanan melimpah, usaha Bonggamaloba justru jalan di tempat lantaran ia tak punya modal untuk mengembangkan kerajinan khas Mamasa ini. Bonggamalona hanya bisa memproduksi paling banyak dua buah miniatur rumah Mamasa dalam sebulan.

Kekurangan modal membuat usaha yang sudah puluhan tahun ini semakin tersisih dan terancam gulung tikar. Keterbatasan sarana dan prasarana untuk mendukung usahanya juga menjadi kendala lain Bonggamalona memenuhi permintaan pelanggan.

Sepatutnya usaha yang berpotensi mengangkat roda perekonomian daerah mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Mamasa. 
sumber : kompas.com

Jika interior rumah Anda memiliki ruangan yang membutuhkan pencahayaan sedikit lebih banyak, Anda tidak perlu khawatir harus melakukan renovasi dengan anggaran dana yang besar. Cukup dengan beberapa langkah sederhana berikut ini, maka sedikitnya Anda akan merasakan adanya perubahan intensitas cahaya di dalam tempat tinggal Anda.
Dari postingan saya sebelumnya, saya sudah membahas tentang kesenian Tari Topengan Malangan yang berasal dari Malang. Kali ini saya akan membahas tentang para pengrajin topeng malangan tersebut. Setelah berwisata alam dan rekreasi di Kabupaten Malang, tidak lengkap kalau tidak membawa kerajinan tangan.
Kerajinan miniatur rumah adat. Bahan pembuatan produk ini adalah kayu ditambah bahan-bahan tambahan seperti bambu, mdf, bambu/lidi, dsb. Produk ini dalam pembuatannya murni handmade. Kami juga melayani pemesanan dengan bentuk, warna, ukuran dan motif sesuai permintaan pelanggan.
Pengrajin miniatur sepeda ontel Yogyakarta. Produk kerajinan dan souvenir terbaik dengan kulaitas ekspor. Tersedia aneka macam motif finishing dan ukuran. Untuk pemesanan dengan desain khusus, minimal order 100 pcs. Waktu pengerjaan berkisar antara 2 minggu sampai 3 minggu, tergantung situasi dan kondisi. Pembelian dalam jumlah banyak akan mendapatkan diskon menarik.
Produk kami: miniatur becak, miniatur sepeda, miniatur gerobak sapi, miniatur dokar, miniatur wayang, dan lain-lain. Kami juga menyediakan miniatur gitar sapek, miniatur rumah adat, dll.
Museum Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sungguh menarik. Di sini Anda dapat melihat sebuah pohon "raksasa" yang berhiaskan ukiran seni kayu. Yuk, berakhir pekan ke Museum Indonesia bersama keluarga!